Thursday, June 2, 2011

Ingin Hidup Lebih Lama? Carilah Teman Kerja yang Cocok


REPUBLIKA.CO.ID, NEW York - Memiliki teman yang memberi dukungan bukan hanya membuat pekerjaan jadi lebih mudah, tapi juga membantu orang hidup lebih lama, demikian hasil satu studi baru.

Beberapa peneliti mendapati hubungan baik dengan rekan kerja memiliki dampak pada risiko kematian bagi banyak orang dan paling berpengaruh antara usia 38 dan 43 tahun.

"Dukungan sosial rekan sebaya, yang dapat menunjukkan seberapa baik seseorang memiliki hubungan sosial di dalam konteks pekerjaannya, adalah penunjuk penting mengenai risiko semua penyebab kematian," kata beberapa peneliti di dalam studi yang disiarkan di jurnal Health Psychology, yang diterbitkan oleh American Psychological Association.

Dr Arie Shirom dan timnya mempelajari catatan medis lebih dari 800 pekerja yang telah diikuti perkembangan mereka selama 20 tahun, dari 1988 sampai 2008, dan daftar pertanyaan yang mengukur tuntutan pekerjaan, kendali kerja dan dukungan rekan sebaya serta penyelia.

Meskipun menyatakan bahwa bos adalah topik pekerjaan favorit, studi tersebut memperlihatkan bahwa memiliki penyelia yang memberi dukungan tak memiliki dampak pada masalah kematian.

Para peneliti itu juga mendapati perbedaan mencolok antargender dalam masalah dampak memiliki kendali dan wewenang pengambilan keputusan di tempat kerja. Kondisi tersebut meningkatkan risiko kematian pada perempuan di dalam studi itu, tapi memiliki dampak perlindungan bagi pria.

Wewenang pengambilan keputusan dilandasi atas pekerja yang mampu memanfaatkan gagasan mereka, memiliki masukan tentang cara memanfaatkan keterampilan mereka dan kebebasan untuk membuat keputusan guna menyelesaikan tugas.

Shirom menjelaskan semua temuan itu dan mengatakan kebanyakan orang di dalam studi tersebut memiliki pekerjaan kantoran. Dalam kondisi itu, pria memiliki tingkat kendali tinggi dan perempuan tidak.

Sepertiga orang di dalam studi tersebut adalah perempuan. Rata-rata hari kerja adalah 8,8 jam. Sembilan-puluh persen orang yang ditanyai sudah menikah, dan hampir separuhnya telah menjalani pendidikan sedikitnya selama 12 tahun.

Para peneliti juga mengukur faktor risiko lain yang dapat berdampak pada kematian seperti tingkat kolesterol, tekanan darah, merokok, minum dan tingkat kecemasan.

>> yahoo.com <<
Read More... »

Monday, May 30, 2011

Tips Sebelum Wawancara Kerja

Metrotvnews.com, Jakarta: Setiap pelamar kerja tentu ingin berhasil menaklukan proses wawancara dan mendapatkan pekerjaan idamannya. Selain persiapan awal seperti CV dan berlatih, ada sejumlah ritual penting yang sebaiknya tidak Anda lewatkan sebelum wawancara.

Persiapkan kebutuhan wawancara Anda sejak jauh-jauh hari, seperti setelan formal, sepatu, dan sebagainya agar tampil prima di hari yagn menentukan itu. Selain itu, simak sejumlah persiapan berikut ini seperti dikutip situs askmen.com:
  1. Rapikan rambut
  2. Luangkan waktu ke salon untuk memangkas atau sekadar merapikan rambut. Bagaimana pun, penampilan fisik merupakan hal pertama yang akan dinilai pewawancara ketika bertemu Anda. Pergi ke salon sepekan sebelum hari wawancara, menyisakan cukup waktu bagi Anda untuk mengubah model rambut jika tidak menyukai model sebelumnya.

  3. Cek transportasi
  4. Sehari sebelum wawancara, lakukan pengecekan jalur dan pilihan transportasi terbaik menuju tempat wawancara. Jangan lupa menghitung waktu tempuh yang dibutuhkan untuk sampai di tempat tujuan, agar dapat memprediksikan lama perjalanan di keesokan harinya.

    Jika mungkin, cobalah berangkat tepat pada waktu yang sama dengan yang Anda rencanakan untuk pergi keesokan harinya. Dengan demikian, Anda bisa turut memperhitungkan faktor-faktor penghambat seperti kondisi lalu lintas dan ketersediaan transportasi umum. Jika Anda mengendarai kendaraan pribadi, pastikan untuk mengisih penuh bahan bakar dalam perjalanan pulang.

  5. Latihan terakhir
  6. Luangkan waktu pada malam sebelum wawancara untuk berlatih di depan cermin. Baca poin-poin penting percakapan Anda, dan praktikkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang mungkin diajukan. Perhatikan nada suara dan bahasa tubuh Anda. Pastikan untuk mempertahankan kontak mata dengan pewawancara.

  7. Siapkan busana
  8. Putuskan setelan apa yang akan Anda kenakan untuk wawancara satu hari sebelumnya. Pikirkan karakteristik perusahaan yang Anda lamar, dan seperti apa dress code mereka. Jika Anda sudah pernah berkunjung ke kantor tersebut sebelumnya, ingat-ingat bagaimana cara berbusana para karyawannya. Sesuaikan busana yang akan Anda kenakan di hari wawancara, dengan gaya berbusana di perusahaan itu.

  9. Jernihkan pikiran
  10. Stres memikirkan wawancara kerja hanya akan menghabiskan energi Anda. Lebih baik, manfaatkan waktu yang tersisa pada keesokan paginya untuk menikmati sarapan sehat bersama teman, atau berlatih ringan di pusat kebugaran (jika sempat). Lakukan kegiatan yang mampu membuat Anda rileks dan tidak tegang, sampai tiba waktu yang ditentukan untuk wawancara.
>> yahoo.com <<
Read More... »

Wednesday, May 25, 2011

Tips Cerdik Mengatasi Malas Berangkat Kantor

Membayangkan seharian bekerja kok malas betul ya? Sialnya, mau tidak mau Anda harus ngantor. Ada saatnya Anda ingin bisa terbebas dari kantor satu hari saja. Berhubungan dengan hal yang sama terus menerus memang bikin bosan. Menurut para psikolog dan ahli manajemen, hal ini wajar terjadi. Namun Anda tidak disrankan membiarkan rasa ini hingga terlalu lama. Bagaiamana menyiasatinya? Berikut ini tips cerdik mengatasimalas berangkat kantor:
  1. Buat Rencana. Rasa malas biasanya datang saat terbangun di pagi hari. Membayangkan rutinitas memang bikin malas. Oke, pikirkan sesuatu. Bagaimana kalau nanti siang, iseng makan siang dengan si ganteng/si cantik dari kantor sebelah? Atau rencana makan siang sedikit lebih lama di tempat yang sedikit lebih jauh. Mall, barangkali?

  2. Warna Cerah. Anda pasti tahu, warna bisa memberi sugesti. Nah, agar hari Anda terasa lebih bersemangat, coba gunakan baju kerja warna cerah atau warna favorit. Jika ternyata Anda harus mengenakan seragam, alihkan warna tadi pada aksesori seperti sepatu, tas atau pernak-pernik yang lain.

  3. Udara Pagi. Nah, yang ini bisa Anda lakukan saat keluar dari rumah. Rileks! Nikmati udara pagi dengan menarik napas dalam-dalam sambil memjemakan mata. Lalu, tataplah langit pagi yang masih bersih dari polusi. Konon, hal ini dapat mebantu membuang jenuh dan menikmati perjalanan.

  4. Rute Baru. Jalan yang biasa Anda lewati, bikin malas ke kantor? Coba rute lain. Sedikit lebih jauh tidak apa-apa, yang penting Anda mendapatkan pemandangan baru yang menyegarkan. Atau Anda bisa juga menelpon seorang teman (di kantor lain yang searah) dan buat janji berangkat bersama. Lalu, buat janji untuk makan siang di temapt lain dan mampir ke mall sepulang kerja. Mengganti kebiasaan, membuat hidup lebih variatif.

  5. Secangkir Kopi. Masih belum hilang juga rasa mala situ? Belokkan saja arah menuju kantor seorang teman dan mampir sebentar. Belum puas? Arahkan langkah menuju mall (tapi bukan dekat kantor). Menyempatkan diri untuk minum secangkir kopi atau sedikit kudapan sepertinya ide bagus.

  6. Datang Terlambat. Ada sejuta alasan yang biasa Anda pakai untuk datang lebih siang. Alasan ‘ada keperluan keluarga mendadak’ atau diare juga masih boleh dipakai kok. Asal jangan pakai alasan sama berkali-kali. Nanti bos Anda jadi hapal.
>> tipsanda.com <<
Read More... »

Monday, May 9, 2011

Temukan Cinta Anda

Bila anda tak mencintai pekerjaan anda, maka cintailah orang-orang yang bekerja di sana. Rasakan kegembiraan dari pertemanan itu. Dan, pekerjaan pun jadi menggembirakan. Bila anda tak bisa mencintai rekan-rekan kerja anda, maka cintailah suasana dan gedung kantor anda. Ini mendorong anda untuk bergairah berangkat kerja dan melakukan tugas-tugas dengan lebih baik lagi. Bila toh anda juga tidak bisa melakukannya, cintai setiap pengalaman pulang pergi dari dan ke tempat kerja anda. Perjalanan yang menyenangkan menjadikan tujuan tampak menyenangkan juga. Namun, bila anda tak menemukan kesenangan di sana, maka cintai apa pun yang bisa anda cintai dari kerja anda: tanaman penghias meja, cicak di atas dinding, atau gumpalan awan dari balik jendela.

Apa saja. Bila anda tak menemukan yang bisa anda cintai dari pekerjaan anda, maka mengapa anda ada di situ? Tak ada alasan bagi anda untuk tetap bertahan. Cepat pergi dan carilah apa yang anda cintai, lalu bekerjalah di sana. Hidup hanya sekali. Tak ada yang lebih indah selain melakukan dengan rasa cinta yang tulus.

by: Ir. Andi Muzaki, SH, MT
Read More... »

Saturday, April 30, 2011

Tips Berjabat Tangan yang Efektif

Berjabat tangan sudah menjadi bagian ritual dunia usaha. Mungkin Anda menganggap tidak terlalu perlu dipikirkan panjang-panjang, tetapi tidak bagi orang yang sedang berjabatan dengan Anda. Sikapnya dalam berjabatan menampilkan sebagian besar kesannya terhadap Anda. Ingatkah Anda bagaimana kesalnya Anda bila berjabatan tangan dengna orang yang memberikan jabatan yang amat lemah lunglai atau sebaliknya, terlalu keras bersemangat.

Jangan sampai Anda dikategorikan sebagai orang yang tidak mengesankan saat berjabat tangan. Berikut ini ada beberapa teknik berjabat tangan.
  1. Tataplah mata lawa bicara Anda saat berjabat tangan dengannya. Tidak ada yang lebih mengacuhkan selain berjabat tangan tanpa tatapan mata. Ini menunjukkan rasa tidak hormat atau tidak tertarik. Dengan menatap lawan bicara saat berjabatan, Anda menumbuhkan keyakinan dan kepercayaan diri.
  2. Berjabat-tanganlah dari telapak ke telapak. Jangan berjabatan tangan dengan mempertemukan dari jari ke jari, atau telapak dengan jari. Dengan berjabat-tangan dari telapak ke telapak akan memberikan perasaan bersahabat dan tidak meniggalkan perasaan yang tidak nyaman atau terluka.
  3. Jangan terlalu akrab. Beberapa orang bertindak berlebihan dengan menarik tangan lawan dan secara keras mengayunkan ke atas ke bawah. Jabat tangan semacam ini sama dengan "mulut besar". Bersikaplah percaya diri, jangan membuat orang lain kesal.
  4. Sadarlah akan keterbatasan fisik seseorang. Orang jompo, cacat, atau penderita arthitis mungkin memiliki tulang yang lemah dan keterbatasan gerak. Melukai seseorang saat berjabatan tangan mungkin justru menutup pintu, bukannya membuka pintu hubungan yang baik.
  5. Ingatlah untuk menciptakan jabat tangan yang bermakna. Jika Anda berjabatan tangan lalu dengan segera menarik tangan Anda dan melanjutkan pembicaraan seolah-olah tidak terjadi apa-apa, maka orang akan menganggapnya sebagai jabatan tangan yang tak berarti dan tidak tulus. Berikan pada lawan Anda beberapa saat untuk menunjukkan perhatian Anda melalui kontak mata atau pembicaraan sebelum Anda menarik tangan Anda. Mereka akan merasa bahwa mereka sedang bertemu dengan orang yang layak.
Sumber: Unknown
Read More... »
 
Designed by Productive Dreams
Copyright© [ z3r0 phr34k ]